Terapi NurSyifa’ dengan 5 Hikmah

pengobatan-nursyifa-hikmahMengenal Terapi NurSyifa’ dengan 5 Hikmah ala Nabi biasa dikenal dengan sebutan Thibun Nabawi sekitar abad ke-13 yang diperkenalkan oleh Syekh Ibnu Qoyyim Al Jauziah didalam kitabnya Zaadul Maad. Thibbun nabawi mengacu terhadap semua perkataan, pengajaran, dan tindakan Rasul yang berkaitan dengan pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit. Termasuk tindakan medis yang dilakukan sahabat atau orang pada zaman Rasul. Pengobatan Ala Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i) karena berasal dari wahyu dan misykat Nubuwwah, bernuansa illahiah, alamiah, dan ilmiah yang berasal dari kesempurnaan akal melalui proses berfikir (aqliyah).

Illahiah bermakna bahwa segala penyakit berasal dari Allah swt dan Allah swt pula yang menyembuhkan penyakit tersebut. Sementara manusia berikhtiar bersungguh-sungguh menggunakan ilmu yang diberikan Allah SWT kepadanya. Sebagaimana sabda Rasulullah: ”Berobatlah kamu karena sesungguhnya Allah swt yang menurunkan penyakit dan Dia juga yang menurunkan obatnya”. (H.R. Ahmad). Oleh karena itu, dalam menjalankan pengobatan tidak hanya berfokus pada khasiat obat tertentu melainkan juga harus disertai dengan keyakinan bahwa Allah lah yang menyembuhkan. “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

Alamiah bermaksud segala pengobatan yang dilakukan Nabi menggunakan sumber-sumber alam yang ada di muka bumi seperti tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, hewan, dan lain sebagainya.

Terapi NurSyifa’ dengan 5 Hikmah, diantaranya sebagai berikut :

Spiritual Illahiah

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Al-Isra`: 82)

Rasulullah mengajarkan ilmu kesehatan secara holistik yaitu pengobatan dengan menerapkan pendekatan jasmani dan rohani. Yang dimaksud dengan obat spiritual adalah obat dari ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a Rasulullah SAW, yang disebut dengan Ruqyah Syar’iyyah. Ruqyah biasanya dilakukan untuk pengobatan penyakit nonmedis yaitu suatu penyakit yang bersifat mistis seperti kesurupan, guna-guna, sihir dan lain-lain. Padahal ruqyah dapat juga dilakukan untuk mengobati penyakit medis, yang sasaran dan tujuannya adalah pengolahan/aktivitas spiritual untuk memperoleh ridho Allah swt dan Syafaatnya Rasullullah saw, sehingga Allah berkenan memberikan kesembuhan melalui energi spiritual atau enegi ilahiah yang bertugas dalam proses penyembuhan terhadap berbagai macam penyakit.

Dari Aisyah RA berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila salah seorang dari keluarga Rasulullah SAW menderita sakit, maka beliau meniupnya dengan membaca ayat-ayat perlindungan. Tapi ketika Rasulullah SAW sendiri yang menderita sakit menjelang wafatnya, sayalah yang membacakan (ruqyah) dan meniupnya kepadanya, lalu saya usap beliau dengan tangannya sendiri, karena tangannya lebih banyak mengandung keberkahan daripada tanganku.” (HR. Bukhari no. 5016 dan Muslim no. 2192).

Dari Aisyah RA berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila menengok orang yang sakit atau didatangi orang yang sakit, beliau membaca untuknya (do’a): “Hilangkanlah rasa sakit wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, dan Engkau (Dzat) yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari no. 5243).

Pengobatan dengan Madu
Tentang madu, Allah telah berfirman didalam al-Qur’an :
يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيْهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl : 69)”
2. Pengobatan dengan Jinten Hitam (Habbatus Sauda’)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ مِنَ السَّامِ. قُلْتُ: وَمَا السَّامُ؟ قَالَ: الْمَوْتُ
“Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit as-samu”. Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pengobatan dengan Bekam (Al-Hijamah)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma mengabarkan:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ فِي رَأْسِهِ مِنْ شَقِيْقَةٍ كَانَتْ بِهِ
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

الشِّفَاءُ فِي ثَلاَثٍ: شُرْبَةِ عَسَلٍ، وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ، وَكَيَّةِ نَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ
“Obat/kesembuhan itu (antara lain) dalam tiga (cara pengobatan): minum madu, berbekam dan dengan kay, namun aku melarang umatku dari kay.”6 (HR. Al-Bukhari )

Pengobatan Ruqyah (Menggunakan Ayat Suci Al-Qur’an)

Dalam hal ini, Allah SWT telah berfirman didalam al-Qur;an :

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلاَ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ءَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur`an) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang yang beriman’.” (QS. Fushshilat: 44)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra`: 82)
Selain diatas, ada juga pengobatan dengan susu, dan berbagai obat-obatan herbal lainnya. []

KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI KAMI


Lihat Juga Kumpulan Ajian Ampuh :